SEJARAH NABI MUHAMMAD (SIRAH NABAWIYAH) KEADAAN JAZIRAH ARAB SEBELUM NABI MUHAMMAD DILAHIRKAN



III. MASUKNYA AGAMA NASRANI DAN YAHUDI KE JAZIRAH ARAB

III. B. NASRANI



Bismillahirrahmanirrahim..

Setelah di artikel sebelumnya kita membahas sejarah masuknya Yahudi ke Jazirah Arab, sekarang kita akan membahas sejarah masuknya Nasrani ke Jazirah Arab.

Pada Saat Tubba Dhunuwas memimpin kerajaan Yaman, di Negeri Syam yang berada dibawah kekuasaan Romawi dan beragama Nasrani ada seorang pendeta bernama Fimeon, pendeta ini mendengar bahwa kerajaan Yaman memeluk agama Yahudi, sebagai penyebar agama Nasrani, sang pendeta berpendapat bahwa saat itu pemeluk Yahudi harus masuk ke Nasrani, karena di Taurat sudah ada kabar tentang kedatangan Isa Alaihissalam.

Pendeta Fineon mengumpulkan perbekalan dan ikut kafilah yang akan berdagang ke Yaman, namun ditengah perjalanan kafilah ini diserang kawanan perampok dan pendeta Fimeon ditawan sebagai budak yang diperjualbelikan, oleh kawanan perampok pendeta ini dibawa ke suatu wilayah bernama Najran yang penduduknya menyembah pohon besar, diwilayah ini pendeta Fimeon dibeli oleh penduduk setempat.

Selang beberapa waktu, tuan dari pendeta Fimeon sangat kagum terhadap budaknya tersebut karena suatu malam sang tuan memasuki kamar pendeta Fimeon dan melihat cahaya yang sangat terang, disebutkan dalam sejarah pendeta Fimeon adalah orang yang sholeh dan dikaruniai karomah oleh Alloh.

“Hai Fimeon, aku bertanya padamu, semalam aku melihat cahaya dari dalam kamarmu dan aku sangat heran, sebenarnya apa agamamu dan kenapa kamarmu bisa mengeluarkan cahaya seterang itu semalam?” tanya tuannya Fimeon.

Maka pendeta Fimeon menjelaskan tentang agama Nasrani dan mengajak tuannya untuk memeluk agama Nasrani tapi tuan dari pendeta Fimeon menolak ajakan sang pendeta.

“Begini saja tuan, anda dan penduduk Najran kan menyembah pohon keramat, bagamana kalau tuhan saya Alloh menghancurkan tuhan anda (pohon keramat)?”

Tuannya pendeta Fimeon mengakatan kalau tuhan sang pendeta mampu menghancurkan pohon keramat, maka dia akan masuk agama Nasrani.

Akhirnya tuan sang pendeta mengumpulkan penduduk Najran dan mengatakan bahwa tuhannya pendeta Fimeon akan menghancurkan pohon keramat, dan bila hal itu terjadi dia akan memeluk agama Nasrani.

Sang pendeta terus berdoa pada Alloh agar menurunkan kuasaNYA, tiba tiba pohon keramat itu hancur terbelah dua oleh petir yang diturunkan oleh Alloh, sehingga tuan sang pendeta Fimeon masuk Nasrani, begitu pula penduduk Najran semua masuk Nasrani.

Berjalannya waktu, agama Nasrani berkembang pesat dan kuat dipeluk oleh penduduk Najran, sampai nanti dizaman Nabi Sholallohu ‘alaihi wasallam Najran terkenal sebagai pusat agama Nasrani.

Setelah pendeta Fimeon meninggal dunia, banyak terlahir pendeta pendeta di Najran, salah satunya bernama Abdullah bin Samir, pendeta Abdullah bin Samir ini mengetahui bahwa tujuan gurunya bukanlah ke Najran, tapi berdakwah ke Yaman untuk mengajak umat Yahudi Yaman memeluk Nasrani.

Abdullah bin Samir akhirnya pergi ke Yaman yang saat itu masih dibawah kendali Tubba Dhunuwas, tapi pada saat itu Dhunuwas sudah melampaui batas dengan menghapus ajaran Yahudi dan menggantinya dengan Api, sehingga sedikit demi sedikit penduduk Yaman meninggalkan agama Yahudi dan menyembah api.

Selain itu Dhunuwas juga merekrut penyihir penyihir sakti untuk mengamankan kekuasaannya, disaat Abdullah bin Samir mengetahui keadaan agama di kerajaan Yaman, dia mengurungkan niatnya berdakwah dan tinggal disebuah goa disudut kerajaan… (bersambung)

artikel sebelumnya

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "SEJARAH NABI MUHAMMAD (SIRAH NABAWIYAH) KEADAAN JAZIRAH ARAB SEBELUM NABI MUHAMMAD DILAHIRKAN"

Post a Comment