SEJARAH NABI MUHAMMAD (SIRAH NABAWIYAH) KEADAAN JAZIRAH ARAB SEBELUM NABI MUHAMMAD DILAHIRKAN
III. MASUKNYA AGAMA NASRANI DAN YAHUDI KE
JAZIRAH ARAB
III. A. YAHUDI
BISMILLAHIRROHMANIRROHIM
Setelah
sebelumnya sudah kita bahas sejarah air zam zam, syariat Qurban dan pembangunanKa’bah oleh Nabi Ibrahim ‘alaihissalam dan Nabi Ismail ‘alaihissalam, sekarang
kita akan membahas tentang sejarah masuknya agama yahudi dan nasrani ke Jazirah
Arab.
Seperti
yang kita ketahui bahwa pada saat Nabi Muhammas Sholallohu ‘alaihi Wasallam
terlahir, sudah ada penduduk Jazirah Arab yang beragama Yahudi didaerah Yaman
dan Yastrib (Madinah) dan beragama Nasrani didaerah Habasyah (ethiopia), maka
Insya Alloh pada artikel ini akan kita rentet dan bahas bagaimana sejarahnyaagama Yahudi dan Nasrani masuk Jazirah Arab, Insya Alloh.
Kita
mulai dari agama Yahudi, diambil dari kata HUDA, dikuatkan oleh Firman Allah
dalam Alquran (Al A’raf, 156) INNA HUDNA ILAIK – (Ya Alloh)
sesungguhnya kami KEMBALI bertaubat kepadaMU
Pada
saat itu Nabi Musa ‘alaihissalam diperintahkan Alloh pergi ke gunung Thursina
selama 40 hari untuk menerima Kitab Taurat, ternyata salah seorang pengikut
Nabi Musa ‘alaihissalam bernama Samiri memiliki insiatif memuat patung anak
sapi untuk disembah kaum bani Israil, Nabi Harun ‘alaihissalam yang
menggantikan tugas Nabi Musa ‘alaihissalam berdakwah tidak dapat berbuat banyak
karena beliau kalah dalam jumlah pengikut dan beliau bukanlah Nabi yang punya
ketegasan selevel Nabi Musa ‘alaihissalam, sehingga akhirnya Samiri ”berhasil”
mengalahkan suara Nabi Harun ‘alaihissalam dan banyak kaum Bani Israil yang
menyembah patung anak sapi.
Pada
saat Nabi Musa ‘alaihissalam kembali dari gunung Thursina, beliau marah besar
dan menghancurkan patung sapi betina dan mengusir Samiri serta menyeru kepada
kaumnya agar kembali kepada Agama Tauhid, saat itu Bani Israil mengucapkan
kalimat yang difirmankan Alloh dalam Alquran (Al A’raf, 156) INNA
HUDNA ILAIK – (Ya Alloh) sesungguhnya kami KEMBALI bertaubat kepadaMU,
jadi sebenarnya kata Yahudi diambil dari kata HUDA = Taubat / Kembali.
Agama
Nasrani diambil dari kata Nashoro Yanshuru Anshorun = Penolong, seperti
pertanyaan Nabi Isa ‘alaihissalam kepada Hawariyun (Sahabat – sahabat Nabi Isa
‘alaihissalam)
Hai orang-orang yang beriman,
jadilah kamu penolong (agama) Allah sebagaimana Isa ibnu Maryam telah berkata
kepada pengikut-pengikutnya yang setia: "Siapakah yang akan menjadi penolong-penolongku (untuk menegakkan
agama) Allah?" Pengikut-pengikut yang setia itu berkata: "Kamilah penolong-penolong agama Allah",
lalu segolongan dari Bani Israil beriman dan segolongan lain kafir; maka Kami
berikan kekuatan kepada orang-orang yang beriman terhadap musuh-musuh mereka,
lalu mereka menjadi orang-orang yang menang. (QS. As Shaff.14)
Dalam
kepercayaan Agama Nasrani, Yahudi adalah kafir karena mereka hanya mengimani
adanya Nabi dari Adam sampai Musa, dan kepada risalah Nabi Isa ‘alaihissalam
umat Yahudi tidak mengimani, sehingga oleh Agama Nasrani, orang orang Yahudi
adalah Kafir karena beriman kepada Alloh harus totalitas mengimani risalah dan
semua pembawa risalah Alloh, bahkan kaum Yahudi berusaha mencelakai dan
membunuh Nabi Isa ‘alaihissalam dengan cara disalib tapi oleh Alloh Nabi Isa
‘alaihissalam diselamatkan dan diangkat ke langit.
Pict
by: kisahmuslim.com
Awal
mula masuknya Yahudi ke Jazirah Arab kita mulai dari Raja Yaman bernama Rabi’ah bin Nasr,seorang penyembah
berhala, dia pernah bermimpi bahwa kerajaannya hancur, lalu dia menanyakan
takwil mimpi itu kepada para dukun dan peramalnya.
Dukun
dan peramal bersepakat takwil mimpi itu adalah kehancuran dari kerajaan Rabi’ah
bin Nasr, hal ini sangat mengganggu pikiran sang Raja sehingga dia memindahkan
istri dan anak keturunannya diam – diam ke wilayah sekitar Iraq, ditempat ini
keturunan Rabi’ah bin Nasr berkembang pesat, walaupun pada akhirnya kerajaan
Yaman tidak hancur pada zaman Rabi’ah bin Nasr berkuasa.
Rabi’ah
bin Nasr memilik keturunan bernama Tabban
As’ad, dia mampu menaklukkan suku – suku disekitar kerajaan Yaman sehingga
menjadi wilayah kekuasaan Yaman, Tabban As’ad memiliki kelebihan dalam hal
strategi perang, kekuatan tubuh dan ketampanan paras wajah sehingga saat dia
menjadi raja Yaman, dia menjadikan namanya menjadi julukan bagi penguasa
kerajaan Yaman, yaitu Tubba’ yang
berasal dari namanya Tabban.
Tabban
As’ad adalah sosok penguasa yang mempunyai jiwa bisnis, dia gemar berdagang
hingga ke luar daerahnya. Suatu waktu Tabban As’ad melewati kota Yatsrib
(Madinah) dan melihat melimpahnya buah kurma dikota itu, jiwa bisnisnya muncul
saat itu, sehingga akhirnya dia meninggalkan salah satu putranya di kota
Yatsrib untuk mengurus bisnis kurma yang dikirim ke kerajaan Yaman dan negeri
negeri kekuasaannya disekitar Yaman.
Suatu
saat putra Tabban As’ad berselisih paham dengan penduduk Yatsrib dan terjadi
pertumpahan darah yang mengakibatkan terbunuhnya putra Tabban As’ad, saat
Tabban As’ad mendengar berita kematian putranya, marahlah penguasa Yaman ini
dan mengumpulkan pasukannya untuk bersiap menyerang Yatsrib (Madinah).
Sampailah
pasukan perang yang dipimpin Tabban As’ad di Yatsrib dan terjadilah pertempuran
sengit, pada hari hari pertempuran ada suatu hal unik yang mengusik batin
Tabban As’ad, yaitu penghormatan penduduk Yatrsib pada tamu, meskipun di siang
hari dua pasukan ini bertempur, pada malam hari penduduk Yatsrib mengirimkan
makanan dan obat – obatan kepada pasukan Yaman karena mereka menganggap pasukan
Yaman adalah tamu yang harus dihormati di kota mereka.
Pada
saat itu sebagian penduduk Yatsrib adalah beragama Yahudi dan sisanya adalah
penyembah berhala (berasal dari suku Aus dan Khazraj yang kelak kita kenal
dengan sebutan kaum Anhsor), penduduk Yastrib Yahudi awalnya berasal dari
daerah Yerussalem di Palestina, mereka datang ke Yastrib karena meyakini bahwa
nabi terakhir akan muncul di daerah yang mempunyai ciri – ciri kota dipenuhi
pohon kurma dan dihimpit dengan 2 batu hitam yang luas, ciri – ciri ini sangat
cocok dengan kota Yastrib (Madinah) dimana kota Yastrib adalah penghasil buah
kurma terbaik di jazirah arab dan dihimpit oleh 2 pegunungan batu hitam tajam
yang dikenal dengan Kharossyarqiyyah (timur) dan Kharroghorbiyyah (barat). Hal
ini mengakibatkan banyak pemeluk Yahudi eksodus dan menetap di madinah untuk
menyambut munculnya nabi terakhir dalam agama mereka.
Saat
pertempuran telah berjalan 40 hari, beberapa pendeta Yahudi menemui Tabban
As’ad guna menanyakan maksud dari penyerangan kota Yastrib, dijawab oleh Tabban
As’ad bahwa pertempuran ini adalah untuk membalas dendam kemitan putranya.
“Anda
tidak akan bisa menghancurkan kota ini wahai Tubba.” Kata pendeta Yahudi
“Kenapa
tidak bisa?” tanya Tabban As’ad
Dan
dijawab oleh pendeta pendeta Yahudi “Karena ini adalah Mahjarun Nabi” ini
adalah kota hijrahnya nabi terakhir yang diutus oleh Alloh.
Selepas
pertemuan itu, Tabban As’ad menarik mundur pasukannya dan dia belajar agama
Yahudi dari para pendeta Yahudi di Yastrib dan akhirnya dia masuk agama Yahudi.
Setelah
masuk agama Yahudi, Tabban As’ad mendatangkan pendeta pendeta Yahudi dari
Yastrib untuk mengajarkan agama Yahudi di kerajaan Yaman, dan akhirnya agama
Yahudi menjadi agama kerajaan Yaman.
WALLAHUA’LAM
0 Response to "SEJARAH NABI MUHAMMAD (SIRAH NABAWIYAH) KEADAAN JAZIRAH ARAB SEBELUM NABI MUHAMMAD DILAHIRKAN"
Post a Comment