SEJARAH NABI MUHAMMAD (SIRAH NABAWIYAH) KEADAAN JAZIRAH ARAB SEBELUM NABI MUHAMMAD DILAHIRKAN II. IBRAHIM DAN ISMAIL MEMBANGUN KA’BAH
BISMILLAHIRROHMANIRROHIM
وَإِذِ ابْتَلَى
إِبْرَاهِيمَ رَبُّهُ بِكَلِمَاتٍ فَأَتَمَّهُنَّ قَالَ إِنِّي جَاعِلُكَ
لِلنَّاسِ إِمَامًا قَالَ وَمِنْ ذُرِّيَّتِي قَالَ لا يَنَالُ عَهْدِي
الظَّالِمِينَ (١٢٤) وَإِذْ جَعَلْنَا الْبَيْتَ مَثَابَةً لِلنَّاسِ
وَأَمْنًا وَاتَّخِذُوا مِنْ مَقَامِ إِبْرَاهِيمَ مُصَلًّى وَعَهِدْنَا
إِلَى إِبْرَاهِيمَ وَإِسْمَاعِيلَ أَنْ طَهِّرَا بَيْتِيَ لِلطَّائِفِينَ
وَالْعَاكِفِينَ وَالرُّكَّعِ السُّجُودِ (١٢٥) وَإِذْ قَالَ إِبْرَاهِيمُ
رَبِّ اجْعَلْ هَذَا بَلَدًا آمِنًا وَارْزُقْ أَهْلَهُ مِنَ الثَّمَرَاتِ
مَنْ آمَنَ مِنْهُمْ بِاللَّهِ وَالْيَوْمِ الآخِرِ قَالَ وَمَنْ كَفَرَ
فَأُمَتِّعُهُ قَلِيلا ثُمَّ أَضْطَرُّهُ إِلَى عَذَابِ النَّارِ وَبِئْسَ
الْمَصِيرُ (١٢٦) وَإِذْ يَرْفَعُ إِبْرَاهِيمُ الْقَوَاعِدَ مِنَ
الْبَيْتِ وَإِسْمَاعِيلُ رَبَّنَا تَقَبَّلْ مِنَّا إِنَّكَ أَنْتَ
السَّمِيعُ الْعَلِيمُ (١٢٧) رَبَّنَا وَاجْعَلْنَا مُسْلِمَيْنِ لَكَ
وَمِنْ ذُرِّيَّتِنَا أُمَّةً مُسْلِمَةً لَكَ وَأَرِنَا مَنَاسِكَنَا
وَتُبْ عَلَيْنَا إِنَّكَ أَنْتَ التَّوَّابُ الرَّحِيمُ (١٢٨) رَبَّنَا
وَابْعَثْ فِيهِمْ رَسُولا مِنْهُمْ يَتْلُو عَلَيْهِمْ آيَاتِكَ
وَيُعَلِّمُهُمُ الْكِتَابَ وَالْحِكْمَةَ وَيُزَكِّيهِمْ إِنَّكَ أَنْتَ
الْعَزِيزُ الْحَكِيمُ (١٢٩
(AL BAQARAH: 124 – 129)
Dan (ingatlah), ketika Kami menjadikan rumah (Ka'bah) tempat berkumpul bagi manusia dan tempat yang aman. Jadikanlah maqam Ibrahim itu tempat shalat. Dan telah Kami perintahkan kepada Ibrahim dan Ismail: "Bersihkanlah rumah-Ku untuk orang-orang yang thawaf, orang yang i'tikaf, orang yang ruku' dan orang yang sujud". (125)
Dan (ingatlah), ketika Ibrahim berdoa: "Ya Tuhanku, Jadikanlah negeri ini, negeri yang aman dan berikanlah rezki berupa buah-buahan kepada penduduknya, yaitu yang beriman di antara mereka kepada Allah dan hari kemudian Allah berfirman: "Dan kepada orang yang kafir akan aku beri juga kesenangan sementara, kemudian aku paksa ia menjalani siksa neraka dan itulah seburuk-buruk tempat kembali". (126)
Dan (ingatlah), ketika Ibrahim meninggikan pondasi Baitullah bersama Ismail, (seraya berdoa), "Ya Tuhan kami, terimalah (amal) dari kami. Sesungguhnya Engkaulah yang Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.(127)
Ya Tuhan Kami, Jadikanlah kami berdua orang yang tunduk patuh kepada Engkau, dan (jadikanlah) di antara anak cucu kami umat yang tunduk patuh kepada Engkau serta tunjukkanlah kepada kami cara-cara melakukan ibadah (haji) Kami, dan terimalah tobat kami. Sesungguhnya Engkaulah yang Maha Penerima tobat lagi Maha Penyayang. (128)
Ya Tuhan Kami, utuslah di tengah mereka sesorang rasul dari kalangan mereka, yang akan membacakan kepada mereka ayat-ayat Engkau, dan mengajarkan Al kitab (Al Quran) dan Al-Hikmah (As-Sunnah) kepada mereka serta menyucikan mereka. Sesungguhnya Engkaulah yang Mahaperkasa lagi Mahabijaksana. (129)
Setelah Nabi Ibrahim
‘alaihissalam diuji oleh Alloh untuk menyembelih Ismail dan digantikannyaIsmail dengan domba besar, kembali Nabi Ibrahim ‘alaihissalam meninggalkan
Hajar dan Ismail di lembah Makkah, adapun saat itu lembah Makkah sudah dihuni
oleh suku Bani Jurhum dan mereka menghormati Hajar sebagai pemilik mata air ZamZam.
Waktu berganti sehingga Ismail pun tumbuh dewasa dan
telah diangkat oleh Alloh menjadi Nabi untuk kaumnya di lembah Makkah, Nabi Ismail
‘alaihissalam menikah dengan seorang anak kepala suku Jurhum.
Hingga
akhirnya Nabi Ibrahim ‘alaihissalam berkunjung ke Makkah dan bertemu istri dari
Nabi Ismail ‘alaihissalam.
Nabi
Ibrahim ‘alaihissalam bertanya pada istri Nabi Ismail ‘alaihissalam. “Dia
sedang bekerja untuk menafkahi kami.” Jawab istri Nabi Ismail ‘alaihissalam,
kemudian Nabi Ibrahim ‘alaihissalam bertanya tentang keadaan, penghidupan,
kesejahteraan dan kesehatan mereka.
“Kami
hidup penuh kemiskinan dan kesengsaraan.” Istri Nabi Ismail ‘alaihissalam
mengadu kepada Nabi Ibrahim ‘alaihissalam tentang keadaan mereka saat itu dan
hanya keburukan saja yang diceritakan, saat itu istri Nabi Ismail ‘alaihissalam
tidak menyadari bahwa yang berkunjung kerumahnya adalah mertuanya sendiri,
hingga akhirnya Nabi Ibrahim ‘alaihissalam berpamitan untuk pulang dan
menyampaikan pesan kepada Nabi Ismail ‘alaihissalam.
“Apabila
suamimu telah pulang, sampaikan salam saya kepadanya dan sampaikan pesan bahwa
dia harus mengganti pintunya.” Pesan Nabi Ibrahim ‘alaihissalam kemudian
beliaupun keluar dari rumah itu.
Setelah
Nabi Ismail ‘alaihissalam datang, beliau bertanya pada istrinya “Apakah tadi
ada yang berkunjung kerumah kita?”
“Benar
wahai Nabiyullah, tadi ada seorang tua seperti ini dan seperti ini datang
kerumah kita.” Jawab istri Nabi Ismail ‘alaihissalam, lalu istri Nabi Ismail
‘alaihissalam menceritakan tentang pertanyaan sang tamu dan jawaban keluh
kesahnya.
“Apakah
ada pesan tamu itu kepadamu yang harus disampaikan padaku wahai istriku?” tanya
Nabi Ismail ‘alaihissalam
“Tamu
itu menyampaikan salam pada anda dan berpesan bahwa anda harus mengganti pintu
rumah kita.” Jawab istri Nabi Ismail ‘alaihissalam
“Tahukah
engkau bahwa tamu tadi adalah bapakku, Nabi Ibrahim ‘alaihissalam? Dan dia
berpesan agar aku menceraikan engkau.” Jawab Nabi Ismail ‘alaihissalam kemudian
beliau menceraikan istrinya dan mengembalikan dia kepada keluarganya, kemudian
beliau menikahi wanita yang lain dari Bani Jurhum.
Nabi
Ibrahim ‘alaihissalam pun meninggalkan putranya beberapa waktu lamanya,
kemudian beliau kembali berkunjung ke rumah putranya di Makkah dan sekali lagi
beliau tidak bertemu dengan Nabi Ismail ‘alaihissalam dan hanya bertemu istri
dari putranya.
“Beliau
sedang keluar bekerja mencari nafkah untuk kami.” Jawab istri Nabi Ismail
‘alaihissalam ketika Nabi Ibrahim ‘alaihissalam menanyakan perihal keberadaan
putranya, kemudian sang Nabiyullah menanyakan tentang keadaan rumah tangga
putranya tersebut dan dijawab oleh istri Nabi Ismail ‘alaihissalam mengenai
kebaikan kebaikan dalam rumah tangganya sembari bersyukur dan memuji kepada
Alloh.
“Apa
yang kalian makan dan apa yang kalian minum di lembah ini?” tanya Nabi Ibrahim
‘alaihissalam.
“Kami
makan daging dan minum air dari sumur Zam Zam.” Jawab istri Nabi Ismail
‘alaihissalam. Kemudian Nabi Ibrahim ‘alaihissalam berdoa kepada Alloh agar
memberkati Nabi Ismail ‘alaihissalam dan istrinya dengan daging dan air Zam
Zam.
Rasulullah sholallohu ‘alaihi
wasallam bersabda “pada saat itu, mereka belum memiliki makanan pokok berupa
biji-bijian. Seandainya mereka punya, niscaya Ibrahim akan mendoakannya supaya
biji-bijian itu diberkati.”
“Apabila
suamimu datang, sampaikan salamku kepadanya dan ingatkan dia agar
mempertahankan pintu rumahnya.” Pesan Nabi Ibrahim ‘alaihissalam kepada istri
putranya kemudian beliau beranjak keluar dari rumah tersebut
Saat
Nabi Ismail ‘alaihissalam pulang kerumah,beliau bertanya apakah ada seseorang
yang berkunjung kerumah saat beliau bekerja tadi? Dan dijawab oleh istrinya
bahwa tadi ada seorang tua yang bertamu kerumah dan bertnya tentang keadaan
rumah tangga dan dijawab oleh istri Nabi Ismail ‘alaihissalam dengan kebaikan
kebaikan.
“Tahukah
kamu wahai istriku, beliau adalah bapakku Nabi Ibrahim ‘alaihissalam, beliau
mendoakan kebaikan pada kita dan berpesan agar aku mempertahankan kamu sebagai
istriku.” Nabi Ismail ‘alaihissalam menerangkan kepada istrinya mengenai tamu
yang tadi berkunjung kerumah.
Nabi
Ibrahim ‘alaihissalam tidak berkunjung dalam waktu yang lama, dan akhirnya
beliau kembali berkunjung kepada putranya, Nabi Ismail ‘alaihissalam.
“Wahai
Ismail putraku, sesungguhnya Alloh Rabb kita telah memerintahkan sesuatu
kepadaku.”
“Lakukanlah
apa yang diperintahkan Rabb kita kepadamu wahai Nabiyullah, aku akan
membantumu.” Jawab Nabi Ismail ‘alaihissalam penuh keimanan.
“Sesungguhnya
Alloh memerintahkan kepadaku untuk membina suatu bangunan disana.” Kata Nabi Ibrahim
‘alaihissalam sambil menunjuk sebuah tanah yang lebih tinggi dari tanah
disekitarnya.
Lalu
Nabi Ibrahim ‘alaihissalam dibantu putranya, Nabi Ismail ‘alaihissalam
meninggikan fondasi Ka’bah Baitullah, Nabi Ismail ‘alaihissalam mengambil dan
mengangkat batu sedangkan Nabi Ibrahim ‘alaihissalam menyusun batu batu
tersebut, setelah menjadi sebuah bangunan tinggi Nabi Ismail ‘alaihissalam
membawakan sebuah batu yang digunakan oleh Nabi Ibrahim ‘alaihissalam sebagai pijakan
(batu inilah yang sekarang disebut Maqam Ibrahim).
Setelah
bangunan Ka’bah berdiri, Nabi Ibrahim ‘alaihissalam berdoa kepada Alloh:
وَإِذْ يَرْفَعُ إِبْرَاهِيمُ الْقَوَاعِدَ مِنَ
الْبَيْتِ وَإِسْمَاعِيلُ رَبَّنَا تَقَبَّلْ مِنَّا إِنَّكَ أَنْتَ
السَّمِيعُ الْعَلِيمُ
“wa-idz yarfa'u ibraahiimu
lqawaa'ida mina lbayti wa-ismaa'iilu rabbanaa taqabbal minnaa innaka anta
ssamii'u l'aliim”
Dan (ingatlah), ketika Ibrahim
meninggikan (membina) dasar-dasar Baitullah bersama Ismail (seraya berdoa):
"Ya Tuhan kami terimalah daripada kami (amalan kami), sesungguhnya
Engkaulah Yang Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui (Al Baqarah : 127)
Nabi
Ibrahim ‘alaihissalam berdoa penuh kekhusyu’an agar apa yang beliau lakukan diridhoi
oleh Alloh. Wallahua’lam
kisah sebelumnya
kisah selanjutnya
kisah sebelumnya
kisah selanjutnya


0 Response to "SEJARAH NABI MUHAMMAD (SIRAH NABAWIYAH) KEADAAN JAZIRAH ARAB SEBELUM NABI MUHAMMAD DILAHIRKAN II. IBRAHIM DAN ISMAIL MEMBANGUN KA’BAH"
Post a Comment