SEJARAH NABI MUHAMMAD (SIRAH NABAWIYAH) KEADAAN JAZIRAH ARAB SEBELUM NABI MUHAMMAD DILAHIRKAN

I. KISAH NABI ISMAIL, HAJAR DAN MUNCULNYA AIR ZAM ZAM


Sebelum kita membahas sejarah Nabi Muhammad, ada baiknya kita membahas manfaat dari kita belajar tentang sejarah Nabi Muhammad, adapun keutamaan belajar sejarah Nabi Muhammad antara lain:
1.      Ma’rifatunnabi Sholallohu ‘alaihi wasallam baik secara fisik maupun akhlak dan karakter beliau, kita dapat menyelami kehidupan Nabi Sholallohu ‘alaihi wasallam sehari hari
2.      Ma’rifatusshohabat radhiyallohu anhuma, bagaimana para shahabat Nabi Sholallohu ‘alaihi wasallam mendapatkan cinta Alloh dan Rasulnya sehingga mendapatkan jaminan surga
3.      Ma’rifatussababunnuzul Al Quran dan sababulwurud hadist Nabi Sholallohu ‘alaihi wasallam
4.      Mengetahui perilaku dan keadaan umat muslim, kaum kafir dan orang orang munafik pada masa Rasulullah Sholallohu ‘alaihi wasallam hidup baik saat di Makkah maupun setelah hijrah ke Madinah
5.      Mengetahui tentang kebenaran agama Islam, karena kita akan memahai rentetan sejarah sejak awal kenabian Rasulullah Sholallohu ‘alaihi wasallam sampai beliau wafat.

Setelah kita mengetahui manfaat belajar sejarah Rasulullah Sholallohu ‘alaihi wasallam, sekarang kita akan membahas tentang keadaan Jazirah Arab sebelum Rasulullah Sholallohu ‘alaihi wasallam dilahirkan.

Kita telah memahami bahwa Nabi Muhammad Sholallohu ‘alaihi wasallam adalah keturunan Nabi Ibrahim dan Nabi Ismail ‘alaihimussalam, kita akan memulai dari kisah mereka.

--------------------------------------AIR ZAM ZAM-------------------------------------------------
 
 
Nabi Ibrahim ‘alaihissalam adalah Abul Anbiya’ (bapak para nabi), istri beliau ada dua yaitu Sarah dan Hajar.
Bagaimana kisah pertemuan antara Nabi Ibrahim ‘alaihissalam dan Sarah dengan Hajar? Disuatu waktu Nabi Ibrahim ‘alaihissalam dan Sarah melakukan perjalanan ke wilayah Mesir, pada saat sampai di Mesir, penguasa Mesir saat itu adalah seorang yang dholim, suka sekali mengambil istri orang, sehingga ketika Nabi Ibrahim ‘alaihissalam dan Sarah sampai ke wilayah Mesir, beliau berdua ditangkap oleh pasukan raja Mesir.
“Siapa ini?” Raja Mesir bertanya pada Nabi Ibrahim ‘alaihissalam tentang Sarah
“Dia adalah saudariku.” Jawab Nabi Ibrahim ‘alaihissalam
Nabi Ibrahim berbohong karena bila beliau menjawab yang sebenarnya, maka beliau ‘alaihissalam akan dibunuh, dan dalam hati beliau mengatakan bahwa Sarah adalah saudari seiman.
Singkat cerita Sarah dibawa ke istana raja, dan saat raja melihat kecantikan Sarah, raja mempunyai nafsu buruk pada beliau, maka Sarah berdoa pada Alloh Azza Wajalla agar dilindungi dan diselamatkan, doa beliau dikabulkan oleh Alloh, tiba tiba saja tangan kanan raja dholim ini tidak bisa digerakkan.
“Apa yang kau lakukan kepadaku wahai Sarah?” Tanya Raja.
“Saya tidak berbuat apa apa, saya hanya berdoa pada Alloh agar diselamatkan dari keburukanmu.” Jawab Sarah
“Mintalah pada tuhanmu agar aku disembuhkan dan aku tidak akan mengganggumu lagi.” Pinta Raja pada Sarah.
Maka Sarah berdoa pada Alloh agar raja disembuhkan, dan raja pun sembuh,tapi raja mengkhianati janjinya dan berkeinginan menjamah Sarah kembali tiba tiba tangannya tidak bisa digerakkan lagi, hal ini terjadi tiga kali hingga raja menganggap Sarah adalah jin perempuan
Ketika Nabi Ibrahim ‘alaihissalam dan Sarah dibebaskan, raja menghadiahkan kepada beliau berdua seorang budak yang bernama Hajar.
Singkat cerita akhirnya Nabi Ibrahim ‘alaihissalam, Sarah dan Hajar akhirnya tinggal di daerah Palestina, setelah lama menikah antara Nabi Ibrahim ‘alaihissalam dan Sarah belum dikaruniai anak maka Sarah menghadiahkan Hajar kepada Nabi Ibrahim ‘alaihissalam untuk dinikahi dan akhirnya Nabi Ibrahim ‘alaihissalam dikaruniai dari rahim Hajar seorang putra yang diberi nama Ismail.
Setelah Ismail lahir, Alloh memerintahkan kepada Nabi Ibrahim ‘alaihissalam untuk membawa Hajar dan Ismail kecil kesuatu lembah gersang yang sekarang masyhur disebut Makkah, waktu sampai ditempat tersebut Hajar dan Ismail ditinggal begitu saja oleh Nabi Ibrahim ‘alaihissalam tanpa ada perkataan sedikit pun.
“Wahai Nabiyullah apakah engkau meninggalkan kami berdua ditempat gersang ini sendirian?” tanya Hajar tetapi Nabi Ibrahim ‘alaihissalam tidak menjawab dan terus berlalu, Hajar menanyakan hal yang sama hingga tiga kali dan Nabi Ibrahim ‘alaihissalam masih tetap tidak mau menjawab.
“Apakah Alloh yang memerintahkan engkau melakukan ini wahai Nabiyullah?”
Maka Nabi Ibrahim ‘alaihissalam menganggukkan kepalanya sambil menangis karena bersedih.
“Kalau begitu Alloh tidak akan membiarkan kami.” Kata Hajar membesarkan hati Nabi Ibrahim ‘alaihissalam, ini adalah tanda keimanan Hajar kepada Alloh dan Nabi-NYA, setelah itu Nabi Ibrahim ‘alaihissalam meninggalkan Hajar dan Ismail kecil di lembah gersang itu dan menyerahkan urusan kepada Alloh Azza Wajalla.

 
Doa Nabi Ibrahim ‘alaihissalam ketika meninggalkan Hajar dan Ismail di lembah makkah: “Ya Alloh aku meninggalkan istri dan anakku disebuah lembah tidak ada sedikitpun pohon, tapi itu adalah tempat yang Kau sucikan, maka kirimkanlah kepada istri dan anak hamba orang orang untuk mendampingi.”
Sepenginggal Nabi Ibrahim ‘alaihissalam Hajar duduk dilembah tersebut, hingga beliau merasa haus dan air susu nya sudah kering sedangkan Ismail mulai kehausan, maka beliau berkeliling mencari air disekitar, tapi tidak ditemukan sumber air disekitar lembah tersebut.
Hajar melihat dikejauhan terdapat dua buah bukit, beliau berpikir bahwa  dibukit tersebut ada sumber air, sehingga beliau naik menuju bukit pertama yang kita kenal dengan nama bukit Shafa, diatas bukit Shafa beliau melihat bahwa di bukit kedua yaitu bukit Marwah terdapat pantulan air, sehingga beliau berlari kecil menuju bukit Marwah, tapi ketika sampai di Marwah pantulan air itu menghilang dan terlihat pantulan air di bukit Shafa, hal ini terjadi sampai tujuh kali, setelah itu Hajar baru sadar bahwa ditempat itu tidak ada air dan Ismail ditinggal sendirian dilembah.
Pada saat itu (menurut pendapat ulama) Jibril turun dan mengibaskan sayapnya dilembah tersebut sehingga keluarlah mata air yang sangat deras didekat kaki Ismail kecil, ketika Hajar mengetahui hal tersebut beliau sangat gembira dan membuat pembatas kecil disekitar mata air agar tidak meluber sambil mengucapkan “ZAM ZAM” yang artinya berkumpulah berkumpulah.
Nabi Muhammad Sholallohu ‘alaihi wasallam bersabda “Semoga Alloh merahmati ibunya Ismail, karena kalau dia biarkan maka akan menjadi lautan yang luas” (H.R. Bukhari Muslim).
Nabi Muhammad Sholallohu ‘alaihi wasallam bersabda ”Zam Zam itu adalah seperti niat yang meminumnya”
Nabi Muhammad Sholallohu ‘alaihi wasallam bersabda ”Zam Zam adalah makanan dan minuman yang mengenyangkan.”

NB: Pelajaran yang dapat kita petik dari kisah Hajar adalah apapun yang kita lakukan selama itu mengikuti perintah Alloh dan Sunnah RasulNYA, walaupun itu bertujuan untuk dunia, Insya Alloh akan dicatat amal sholeh oleh Alloh, seperti Hajar yang hanya mencari air untuk minum dirinya dan Ismail, tapi karena dia taat pada Alloh dan RasulNYA ketika ditinggal di lembah gersang, maka kegiatan mencari air itu diabadikan oleh Alloh menjadi ibadah yang dilakukan oleh umat Islam sepanjang masa pada saat berhaji, dan Hajar Insya Alloh akan tetap panen pahala selama masih ada muslim yang berhaji.
WALLAHU A'LAM 

kisah selanjutnya

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "SEJARAH NABI MUHAMMAD (SIRAH NABAWIYAH) KEADAAN JAZIRAH ARAB SEBELUM NABI MUHAMMAD DILAHIRKAN "

Post a Comment